Friday, August 24, 2012

Kata sapa hidup di luar negeri lebih mudah?

Hari ini nelpon rumah, ngobrol sama ibu, 1 jam lebih! Untung nelponnya pake nomor murah, sehingga tidak bakal bikin bangkrut.

Aku udah lama gak nelpon rumah soalnya, jadi gak kerasa udah numpuk ceritanya. Yang biasanya 2 minggu sekali nelpon, jadi molor sebulan sekali. Aduh, anak gak tau diuntung nih .

Ngobrol ngalur-ngidul, dari soal keluarga, dll, akhirnya ngobrolin masa depanku. Mungkin bakal sekolah lagi, setelah satu tahun mencoba-coba cari kerja dan gak dapet-dapet. Ibu juga cerita soal beberapa saudara yang sudah lulus kuliah dan belum dapat kerja juga. Kesimpulannya: di sini dan di Indonesia sama susahnya cari kerja .

Kemarin setelah dengar curhat teman yang bosan tinggal di sini setelah tinggal cukup lama tanpa pekerjaan dan berniat meninggalkan negara ini, aku jadi kuatir sendiri dengan masa depanku. Apa akan ada waktunya giliranku mencicipi dunia kerja? Aku takut akan seperti temanku yang habis kesabaran dan berniat mencoba peruntungan di tempat lain.

Banyak orang di Indonesia yang mengira kalau kita hidup di luar negeri, hidup akan lebih mudah. Salah besar! Entah mungkin aku yang terdampar di waktu dan tempat yang salah, sehingga perlu kesabaran yang besar untuk mencapai yang diinginkan? Entahlah.

Keadaan di sini sama saja dengan di Indonesia, cari kerja susah! Belum lagi masalah ras, bahasa, dll yang mempersulit usaha kita. Setelah cukup lama tinggal di Eropa, mataku terbuka kalau sebenarnya di dunia tidak ada yang sempurna. Di sini juga ada copet, ada kriminalitas, ada pengangguran, ada orang jahat, ada juga kereta yang tidak datang sesuai jadual, dll.

Mungkin negara maju cuma menang waktu dan uang sehingga bisa disebut negara maju. Menang waktu yang kumaksud yaitu mereka tidak perlu waktu untuk membangun dari nol, tidak seperti negara berkembang yang bekas jajahan dan harus mulai dari nol. Tapi setelah dilihat-lihat dan mengalami sendiri, orang-orang di sini ada juga yang brengsek dan suka mempermainkan orang.

Contoh yang sedang kualami sekarang adalah orang-orang dari IND atau badan imigrasi di sini. Ijin tinggalku yang masa berlakunya baru habis, harus diperpanjang lagi. Seharusnya mereka mengirimkan surat peringatan beberapa minggu sebelum masa berlakunya habis, eh ternyata mereka 'kelupaan' untuk mengirimkan peringatan. Setelah mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk perpanjangan, perlu waktu lama sekali, sekitar 8 minggu (bisa juga lebih ). Kita berniat ke Indonesia bulan Desember ini dan aku takutnya ijin tinggalku belum selesai juga dan itu berarti aku bakalan tidak bisa masuk lagi ke negara ini. Gegen beberapa kali menelpon mereka untuk menanyakan dokumenku, si penerima bilang dokumenku belum sampai ke meja mereka, dan memakan kurang lebih 3 minggu sebelum bisa diproses langsung. Apa yang terjadi dengan dokumenku ya? Pelayanan pos di sini tidak seburuk itu, sampai dokumen baru sampai ke tujuan 3 minggu kemudian!!!

AKhirnya sekarang kita cuma bisa menunggu surat pernyataan dari mereka bahwa dokumenku sedang diproses, untuk kemudian bisa dibawa untuk permohonan visa balik ke Belanda.

Melihat itu, aku jadi mikir, apa mendingan di Indonesia yang bisa bayar lebih untuk minta diproses lebih cepat ya? Gak papalah keluar uang lebih, asal cepat prosesnya. Paling gak ada pilihan. Lah di sini? Kalau melihat pengalaman aneh dari orang-orang di forum ini yang berkaitan dengan pelayanan imigrasi, aku jadi mau marah ke imigrasi dan kaki-tangannya. Apa sebenarnya masalah mereka ya? Malas, tidak suka orang asing dan mau mempersulit atau apa?

Yah, itu cuma satu contoh dari banyak contoh tentang hidup di sini. Mungkin yang kualami tidak dialami orang lain. Manusia punya nasibnya sendiri-sendiri ya...

Blog Indonesia